PEREMPUAN cenderung mendambakan hubungan seksual yang jauh dari kata lemah lembut. Banyak perempuan pula yang berkhayal melakukan seks brutal bersama pasangannya. Benarkah pernyataan itu?
"Saya kurang suka menyebut terminologi perkosaan, karena memiliki konotasi negatif. Mari kita sebut saja fantasi hubungan seksual yang liar, untuk menyebut seks yang kasar," ujar pakar seks dr Hernando Chaves.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa perempuan menyukai seks yang liar dan keras. Sebuah studi pada 2009 menunjukkan sekitar dua per tiga responden wanita berfantasi melakukan seks yang 'brutal' bersama pasangan. Mengapa?
Para peneliti menengarai dengan cara ini pasangan seolah mendapatkan izin untuk mengeksplorasi hasrat dominan tanpa perlu merasa bersalah atau adanya tanggung jawab. Sementara perempuan lain merasa seks brutal muncul dari perasaan sepenuhnya didambakan dan diinginkan pasangan tanpa ditolak.
Sejumlah peneliti meyakini fantasi mengenai seks liar merupakan respon terhadap trauma seks yang pernah dialami di masa lalu. Ssementara lainnya menyatakan itu karena imbas fantasi liar saja.
"Apapun fantasi itu, ingatlah bahwa hal-hal yang pernah dialami terkait dengan pengalaman seksual jelas berbeda dengan hanya memikirkannya. Tidak mudah membawa topik ini dengan pasangan, karena kekuatan dan seks adalah dua hal yang berbeda," kata Chaves.
Jadi intinya, fantasi seks liar itu bukan pemerkosaan, lho. Bagaimana dengan Anda?
More about → Benarkah Perempuan Suka Berfantasi Liar?
"Saya kurang suka menyebut terminologi perkosaan, karena memiliki konotasi negatif. Mari kita sebut saja fantasi hubungan seksual yang liar, untuk menyebut seks yang kasar," ujar pakar seks dr Hernando Chaves.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa perempuan menyukai seks yang liar dan keras. Sebuah studi pada 2009 menunjukkan sekitar dua per tiga responden wanita berfantasi melakukan seks yang 'brutal' bersama pasangan. Mengapa?
Para peneliti menengarai dengan cara ini pasangan seolah mendapatkan izin untuk mengeksplorasi hasrat dominan tanpa perlu merasa bersalah atau adanya tanggung jawab. Sementara perempuan lain merasa seks brutal muncul dari perasaan sepenuhnya didambakan dan diinginkan pasangan tanpa ditolak.
Sejumlah peneliti meyakini fantasi mengenai seks liar merupakan respon terhadap trauma seks yang pernah dialami di masa lalu. Ssementara lainnya menyatakan itu karena imbas fantasi liar saja.
"Apapun fantasi itu, ingatlah bahwa hal-hal yang pernah dialami terkait dengan pengalaman seksual jelas berbeda dengan hanya memikirkannya. Tidak mudah membawa topik ini dengan pasangan, karena kekuatan dan seks adalah dua hal yang berbeda," kata Chaves.
Jadi intinya, fantasi seks liar itu bukan pemerkosaan, lho. Bagaimana dengan Anda?








